Tampilkan postingan dengan label Pengantar Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Manajemen. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2014

Mazhab Manajemen



  1. Management by custom school,
    Pelaksanaan manajemen hanya didasarkan kepada kebiasaan – kebiasaan umum yang berlaku.
  2. Scientific management school,
    Pelaksanaan manajemen dilaksanakan berdasarkan metoda ilmiah yang dimulai dari mengumpulkan data,informasi dan fakta, melakukan analisa, menetapkan sasaran berdasarkan analisa, mengambil keputusan.
  3. Behaviour school,
    Pelaksanaan manajemen berdasarkan perilaku manusia dengan mendalami mengenai human behaviour, human relations, motivation factors dan tipe – tipe kepemimpinan.
  4. The social school,
    Pelaksanaan manajemen berdasarkan pendekatan hubungan antar kelompok social sebagai suatu sistim.
  5. Systems management school,
    Pelaksanaan manajemen berdasarkan pendekatan system yang merupakan suatu rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kesatuan yang teratur agar dicapai efisiensi dan efektifitas.
  6. Decisional management school,
    Pelaksanaan manajemen dengan meninjau metode – metode pengambilan keputusan.
  7. Quantitatif Measure,
    Pelaksanaan manajemen dengan berdasarkan ukuran – ukuran tertentu dan mengunakan model – model matematik tertentu.
  8. Management Process,
    Pelaksanaan manajemen dengan melihat bahwa pencapaian suatu tujuan merupakan suatu serial dari berbagai macam proses - proses.
  9. Contingency management school,
    Pelaksanaan manajemen berdasarkan situasi yang berubah – ubah dimana manajemen akan menyesuaikan dengan situasi tersebut.

Minggu, 30 Maret 2014

Tujuan Manajemen

GR Terry mendefinisikan tujuan : sesuatu tujuan manajerial adalah tujuan yang diinginkan yang melukiskan skope yang jelas serta memberikan arah kepada usaha – usaha seorang manajer.
Tujuan manajerial ini harus terdiri dari 4 hal yaitu :
  1. Tujuan
  2. Skope
  3. Kepastian
  4. Arah

Klasifikasi Tujuan :

Berdasarkan tipe :
  • Profit objectives, keuntungan bagi pemilik modal
  • Service objectives, pelayanan bagi konsumen agar meningkatkan nilai jual
  • Social objectives, manfaat bagi nilai – nilai social masyarakat
  • Personal objectives, tujuan masing – masing individu yang hendak dicapai
Berdasarkan prioritas :
  • Sasaran primer
  • Sasaran sekunder
  • Sasaran social
Berdasarkan jangka waktu :
  • Sasaran jangka panjang
  • Sasaran jangka menengah
  • Sasaran jangka pendek
Berdasarkan sifatnya :
  • Management objectives
  • Managerial objectives
  • Administrative objectives
  • Economic objectives
  • Social objectives
  • Technical objectives
  • Work objectives
Berdasarkan hirarki :
  • Overall enterprise objectives
  • Divisional objectives
  • Departemental objectives
  • Sectional objectives
  • Group objectives
  • Individual objectives
Berdasarkan bidangnya :
  • Top level objectives
  • Finance objectives
  • Production objectives
  • Marketing objectives
  • Office objectives
Berdasarkan motif :
  • Public objectives
  • Organizational objectives
  • Personal objectives
Dalam membuat tujuan – tujuan manajemen hendaknya diperhatikan :
  1. Tujuan merupakan hasil partisipasi dari pihak – pihak yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya.
  2. Setiap tujuan yang ada dalam perusahaan hendaknya membantu keseluruhan tujuan perusahaan.
  3. Tujuan harus mempunyai jangkauan atau batas yang hendak dicapai.
  4. Tujuan harus realistis.
  5. Tujuan harus selalu inovatif atau up-to-date.
  6. Tujuan harus ditetapkan dalam jumlah yang terbatas.
  7. Tujuan harus berurutan.
  8. Tujuan harus berimbang.

Sabtu, 29 Maret 2014

Unsur-unsur Manajemen

Unsur-unsur yang harus ada dalam suatu manajemen : 
  1. Men, tenaga kerja baik eksekutif maupun operasional.
  2. Money, uang dibutuhkan untuk melaksanakan tujuan.
  3. Methode, cara – cara yang digunakan dalam menjalankan usaha.
  4. Materials, bahan – bahan yang diperlukan dalam suatu proses.
  5. Machines, mesin, alat yang diperlukan dalam suatu proses.
  6. Market, pasar merupakan tempat transaksi jual output dari suatu proses.

Sabtu, 22 Maret 2014

PERILAKU ORGANISASI



Perkembangan aliran perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia  dan sistem sosial.

Tokoh-tokoh aliran ini antara lain:
- Abraham Maslow yang mengemukakan adanya “hirarki kebutuhan” dalam penjelasannya tentanng perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. 
- Douglas Mc Gregor dengan teori X dan Y nya.
- Frederick Herzberg yang menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.
- Robert Blake dan Jane Mouton yang membahas lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial (managerial grid).
- Rensis Likert yang telah mengidentifikasi dan melakukan penelitiannya secara ekstensif mengenai 4 sistem manajemen, dari sistem 1 : exploitif-otoritatif sampai sistem 4 : partisipatif kelompok
- Fred Fiedler yang menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.
- Crish Argyris yang memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.
- Edgar Schein yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi dan lainnya.

Jumat, 21 Maret 2014

SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN




PERIODE WAKTU
ALIRAN MANAJEMEN
KONTRIBUTOR
1771 -- 1871
Awal munculnya manajemen ilmiah
Robert Owen, Charles Babbage

Aliran klasik

1870 -- 1930
1. Manajemen ilmiah
F.W Taylor, Frank & Lilian Gilberth, Henry Gantt, Harrington Emerson

2. Teori Organisasi Klasik
Henry Fayol, James D Mooney, Mary Parker Follet, Herbert Simon, Chester I Barnard

Aliran Neo Klasik

1930 -- 1940
Hubungan Manusiawi
Hawthorne Studies, Elton Mayo, Fritz Roethlisberger, Hugo Munsternberg

Aliran Modern

1940 -- sekarang
Manajemen Modern
Abraham Maslow, Chris Argyris, Douglas Mc Gregor, Edgar Schien, David Mc Cleland, Robert Blake & Jane Mouton, Ernest Dale, Peter Drucker serta ahli – ahli operation research.
 


Robert Owen (1771-1858)
-       Seorang manajer pabrik pemintalan kapas di New Lanark Skotlandia
-       Menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi
-       Melakukan perbaikan dalam kondisi kerja seperti:pengurangan hari kerja standar, pembatasan anak-anak di bawah umur, membangun perumahan yang lebih baik bagi karyawan, mengoperasikan toko perusahaan yang menjual barang dengan murah.
-       Melalui perbaikan kondisi karyawan akan menaikkan produksi dan keuntungan
-       Investasi yang paling menguntungkan adalah pada karyawan
-       Mengembangkan prosedur kerja akan meningkatkan produktivitas

Charles Babbage (1792 –1871)
-       Profesor Matematika dari Inggris
-       Menekankan aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dan menurunkan biaya.
-       Penganjur pertama prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi
-       Setiap tenaga kerja harus diberi latihan, keterampilan yang sesuai dengan setiap operasi pabrik
-       Menciptakan kalkulator mekanis pertama, mengembangkan program permainan bagi komputer
-       Menganjurkan kerjasama saling menguntungkan antara kepentingan karyawan dan pemilik serta merencanakan skema pembagian keuntungan.

Frederick W. Taylor (1856 –1915)
-       Sebagai bapak Manajemen Ilmiah dan mengarang buku berjudul Scientific Management
-       Memberikan 4 prinsip dasar manajemen yaitu (1) Pengembangan metoda-metoda ilmiah dalam manajemen agar metoda yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan, (2) Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggunga jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya, (3) Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan, (4) Kerja sama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja
-       Mengembangkan teknik-teknik diantaranya studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, sistem upah per potong diferensial, prinsip pengecualian, kartu instruksi, pembelian dengan spesifikasi, standarisasi pekerjaan, peralatan serta tenaga kerja. Manfaat dari teknik ini adalah perkembangan teknik-teknik operasi, simulasi, otomatisasi dsb dalam pemecahan masalah.

Frank & Lilian Gilberth (1868 – 1924 dan 1878 – 1972)
-        Frank  seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu ; menciptakan berbagai teknik manajemen yang diilhami dari Taylor ; Tertarik terhadap masalah efisiensi terutama untuk menemukan cara terbaik pengerjaan suatu tugas.
-       Lilian tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia; Mengarang buku berjudul Psychology of Management; Baginya manajemen ilmiah mempunyai suatu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensinya sebagai mahluk hidup.

Henry L. Gantt (1861 –1919)
-       Mengemukakan gagasan (1)Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga         kerja dan manajemen (2) Seleksi ilmiah tenaga kerja (3) Sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas dan (4) Penggunaan instruksi-instruksi kerja secara terperinci.
-        Menggunakan metode grafik yang dikenal sebagai Gantt Chart, untuk perencanaan, koordianasi dan pengawasan produksi.

Harrington Emerson (1853 – 1931)
-            Pemborosan dan ketidak efisienan adalah penyakit sistem industri
-            Mengemukakan 12 prinsip-prinsip efisiensi  yaitu :
a.                   Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas
b.                  Kegiatan yang dilakukan masuk akal
c.                   Adanya staf yang cakap
d.                  Disiplin
e.                   Balas jasa yang adil
f.     Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg – sistem informasi dan akuntansi
g.                  Pemberian perintah – perencanaan dan pengurutan kerja
h.                  Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metode dan waktu setiap kegiatan
i.                    Kondisi yang distandarisasi
j.                    Operasi yang distandarisasi
k.                  Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar
l.                    Balas jasa efisiensi – rencana insentif

Henry Fayol (1841 – 1925)
-          Seorang industrialis Perancis
-          Mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi yang kompleks
-          Mengarang buku Administration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan Umum)
-          Memerinci manajemen menjadi 5 unsur yaitu : Perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan
-          Membagi operasi perusahaan menjadi 6 kegiatan yang saling ketergantungan yaitu : a. Teknik – produksi dan manufakturing produk
                 b.  Komersial – pembelian bahan baku dan penjualan produk
                       c. Keuangan (finansil) – perolehan dan penggunaan modal
                       d. Keamanan – perlindungan karyawan dan kekayaan
e. Akuntansi – pelaporan dan pencatatan biaya, laba dan hutang,          pembuatan neraca dan pengumpulan data statistik
f. Manajerial        

-          Mengemukakan 14 prinsip manajemen
1.      Division of work (asas pembagian kerja)
2.      Authority and Responsibility (asas wewenang dan tanggung jawab)
3.      Discipline (asas disiplin)
4.      Unity of Command ( asas kesatuan perintah)
5.      Unity of Direction (asas kesatuan jurusan atau arah)
6.      Subordination of individual  Interest into General Interest (asas kepentingan umum di atas kepentingan pribadi)
7.      Renumeration of Personel (asas pembagian gaji yang wajar)
8.      Centralization (asas pemusatan wewenang)
9.      Scalar of Chain (asas hierrki atau asas rantai berkala)
10.  Order (asas keteraturan)
11.  Equity (asas keadilan)
12.  Initiative (asas inisiatif)
13.  Esprit de Corps (asas kesatuan)
14.  Stability of turn – over Personel (asas kestabilan masa jabatan)



James D. Mooney
-          Eksekutif General Motors
-          Mendefinisikan organisasi sebagai sekelompok, dua atau lebih orang yang bergabung untuk tujuan tertentu.
-          Untuk merancang organisasi perlu 4 kaidah dasar yaitu (1) Koordinasi (2) prinsip skalar (3) prinsip fungsional  (4) prinsip staf

Mary Parker Follett (1868 – 1933)
-          Sebagai jembatan antara tori klasik dan hubungan manusiawi, karena pemikiran mereka berdasarkan kerangka klasik, tetapi memperkenalkan beberapa unsur-unsur baru tentang aspek-aspek hubungan manusiawi.
-          Ahli ilmu pengetahuan sosial pertama yang menerapkan psikologi pada perusahaan, indutri dan pemerintah.
-          Menguraikan suatu pola organisasi yang ideal dimana manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para karyawan

Chaster I.Barnard (1886 – 1961)
-          Presiden perusahaan Bell Telephone di New Jersey
-          Mengarang buku The Functions of the Executive (1938)
-          Memandang organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan  pada tujuan
-          Fungsi-fungsi utama manajemen adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
-          Menekankan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok
-          Mengemukakan teori Penerimaan pada wewenang, bawahan akan menerima perintah hanya apabila mereka memahami dan mampu serta berkeinginan untuk menuruti atasan
-          Pelopor dalam penggunaan Pendekatan Sistem untuk pengelolaan organisasi

Hugo Munsterberg (1863-1916)
-          Pencetus psikologi industri
-          Bapak Psikologi Industri
-          Mengarang buku Psikology and Industrial Efficiency
-          Menguraikan penerapan peralatan-peralatan psikologi untuk membantu pencapai an tujuan produktivitas
-          Untuk mencapai peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui 3 cara (1) penemuan best possible person (2) penciptaan best possible work dan (3) penggunaan best possible effect untuk memotivasi karyawan

Elton Mayo (1880 – 1949)
-          Hubungan manusiawi menggambarkan cara dimana manajer berinteraksi dengan         bawahannya
-          Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik, manajer harus mengerti mengapa karyawan bertindak seperti yang mereka lakukan dan faktor-faktor sosial dan psikologi apa yang memotivasi mereka
-          Kelompok kerja informal, lingkungan sosial karyawan mempunyai pengaruh besar pada produktivitas
-          Konsep mahkuk sosial dimotivasi oleh kebutuhan sosial, keinginan akan hubungan timbal balik dalam pekerjaan, dan lebih responsif terhadap dorongan kelompok kerja pengawasan manajemen yang telah menggantikan  konsep makhluk rasional yang dimotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan phisik manusia.